Monday, May 13, 2019

TUGAS BUAT APA SIH ?


Lelahmu hari ini adalah bagian dari rintisan masa depanmu !!!

Hari demi hari, waktu demi waktu dan matahari berganti bulan.
Seiring berjalan waktu dan pergantian hari sudah dilewati, telah tiba saatnya jarak antara anak dan orang tua mulai menjauh dan itu semua disebabkan oleh pentingnya PENDIDIKAN. Orang tua menginginkan anaknya bisa mengenyam pendidikan yang lebih tinggi dan punya daya saing serta cerahnya nasib masa depan si buah hati. Sehingga orang tua merelakan anaknya pergi dari rumah untuk sementara waktu walaupun hati berat menerima kenyataan.
Anak yang begitu malang, merantau melangkahkan kaki ke tempat orang lain tanpa ia kenal satu orang pun. Setelah masuk ke perguruan tinggi dan mengenyam pendidikan tinggi sehingga anak tersebut di beri gelar MAHASISWA.

Haripun terus berganti dan tiba waktunya mahasiswa di tempa cobaan. Salahsatu cobaan yang menimpa mahasiswa adalah TUGAS. Biasanya tugas diberikan pada saat dekat UTS dan UAS, apalagi banyak bolong dalam pertemuan, hhhhmmm ada sebagian dosen yang memberikan tugas, ada juga menambahkan jadwal pertemuan 1 minggu bisa 2 atau 3 kali masuk dan bahkan hari libur seperti hari sabtu pun ada aja yang masuk kuliah dan yang anehnya jikalau ada bolong pertemuan maka absen disuruh "paraf".

Baiklah sobat kita lihat dulu nih fungsi tugas & kuis dalam Perkuliahan 
  1. Sebagai bahan evaluasi penguasaan mahasiswa terhadap materi yang disampaikan oleh dosen.
  2. Sebagai indikator bagi mahasiswa tentang penguasaan materi kuliah.
  3. Sebagai bahan monev kegiatan PBM.
  4. Mengetahui distribusi penguasaan materi kuliah dalam suatu kelas.
  5. Mendorong mahasiswa untuk belajar secara terencana dan memperdalam materi.
  6. Mendorong mahasiswa untuk belajar bersama dan berdiskusi dalam tugas kelompok dan mandiri.
  7. Membantu mahasiswa untuk menguasai materi perkuliahan.


Fungsi dari tugas kuliah yang dikemukakan di atas sangat baik. Namun, tujuan dari tugas dikatakan baik apabila dengan sistem yang baik pula akan tetapi tujuan dari tugas dikatakan buruk apabila dengan sistem yang buruk.

Bingung nih,,?
Gimana ceritanya ada baik dan buruk tergantung pada sistemnya.


Baiklah, penulis akan jelaskan.

1. Sistem yang baik
    Berdasarkan fungsi di atas, itu semua sangatlah baik maka singkronkanlah dengan sistem yang baik pula. Semisalkan, fungsi tugas pada point ke 7 yaitu menghendaki mahasiswa menguasai materi. Cara kerja atau sistem nya yang baik menurut penulis adalah:
a). Dosen mempertimbangkan waktu pengerjaan tugas yang diberikan kepada mahasiswa.
     Penulis memberikan opsi bahwa mahasiswa diberi waktu 1 minggu pengerjaan tugas. Alasan yang mendasar adalah mahasiswa tidak hanya mengikuti satu mata kuliah saja akan tetapi banyak mata kuliah lainnya yang menjadi beban yang harus dipertanggungjawabkan dan ditambah lagi dengan tugas-tugas dari mata kuliah lainnya. Yeah setelah itu tergantung dari mahasiswa bagaimana memanage waktu dalam satu minggu.

b). Dosen selalu hadir dalam tiap pertemuan.
    Dalam penguasaan materi sangatlah penting bagi mahasiswa memahami penjelasan-penjelasan dari seorang dosen dari tiap-tiap materi dan pertemuan. Pemahaman itu sangat menunjang mahasiswa menguasai materi selain dari tugas dan apabila dosen tersebut ada bolong dalam pertemuan maka ditakutkan selalu memberikan tugas kepada mahasiswa, akhirnya membuat kebingungan dan pemahaman mahasiswa tidak terlalu mendalam. kehadiran seorang dosen sangat diharapkan guna menyatukan pemahaman dan pemikiran serta pendalaman materi.

c). Menjelaskan materi dengan dua arah.
   Pembaca pasti sebagian orang ada yang kebingungan maksud dari dua arah tersebut. Jadi, maksudnya adalah didalam ruangan dosen tidak hanya berbicara sendiri sampai habis waktu pertemuan melainkan mahasiswa pun di ajak berbicara/berdiskusi terkait materi yang disampaikan sehingga dalam pemberian tugas mahasiswa akan lebih mudah memahami dan penguasaan materi.

d). Memberikan tugas sesuai dengan tingkatan S1.
     Dalam pemberian tugas mahasiswa dituntut untuk bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada. Tugas-tugas tersebut memang pada tingkatan S1 karena pada proses pemahaman dasar Perguruan Tinggi terdapat pada S1 akan sangat lucu apabila mahasiswa S1 di kasih tugas tingkatan S2 atau S3 semisal mahasiswa disuruh untuk menganalisis kelemahan dan kelebihan Skripsi orang atau Jurnal orang lain sedangkan mahasiswa masih belum lulusan S1 dan bahkan belum Karya Tulis Ilmiah (Skripsi dan Jurnal). Penulis menganggap hal ini sangat lucu sobat. Jadi, dalam pemberian tugas harus sesuai dengan tingkatan staratanya.

2. Sistem yang buruk
Pada sistem yang buruk kali ini adalah:
a). Pemberian tugas dengan waktu yang singkat
    Penulis melihat bahwa sebagian mahasiswa terkesan dadakan dalam mengerjakan tugas, setelah ditanya ternyata tugas tersebut baru dikasih hari ini dan besok dikumpulkan. Jika berkaca dari fungsi diatas mahasiswa tidak mendapatkan ilmunya dan tidak menguasai materi. Mahasiswa hanya dapat tekanan dan mengerjakan dengan asal-asalan. Tidak di pungkiri juga sebagian mahasiswa tidak dapat memanage waktu sehingga tugas terbengkalai dan asal-asalan. Akhirnya, tugas itu tidak untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa melainkan hanya untuk memenuhi syarat mendapatkan nilai saja. Singkatnya waktu mengerjakan dan belum lagi tertumpuknya tugas mata kuliah lainnya yang diselesaikan pada saat itu juga.

b). Dosen sering tidak hadir pada pertemuan kuliah
    Sobat sering menemukan kejadian ini ? Hhmmm penulis sering menemukan kejadian ini sobat, dosennya jarang masuk dan ketika tidak masuk selalu memberikan tugas. Hal ini mandiri sih mandiri akan tetapi mahasiswa selalu kebingungan dan belum memahami kejelasan materi yang akan di bawa karena tidak ada penjelasan dan pemahaman lebih dalam. Bisa saja yang mahasiswa pahami berbeda dengan pemahaman dosen. Untuk menghindari kekeliruan tersebut maka perlu adanya dosen.

c). Masuk kuliah tidak pada jadwalnya
     Pada jam kuliah biasanya ada info dari komti bahwa "hari ini tidak jadi masuk kuliah dan pindah pada hari lain". Kejadian-kejadian seperti ini sering terjadi yang sebagian dosen memindahkan waktu kuliah pada jam atau hari lain sehingga sering terjadi tumpang tindih jadwal dan membuat kebingungan bahkan hari sabtu yang katanya liburpun tetap ada jadwal kuliah karena menggantikan kekosongan/pergantian jadwal tersebut.

Kejadian-kejadian tersebut kerap terjadi ditemukan diperkuliahan dengan tugas yang bervariasi yang menghendaki meningkatnya kapasitas mahasiswa dalam menguasai materi. Katanya...

Meningkat atau tidaknya kapasitas mahasiswa tergantung dari bagaimana sistem pemberian tugas dan materi tersebut. Terkadang setiap orang memiliki caranya masing-masing. Namun, juga perlu adanya evaluasi dari setiap pembelajaran dan juga dari sistem yang kita pakai.

Tujuan penulis mengangkat isu ini agar semua elemen bisa mengevaluasi diri masing-masing dan cara yang tepat untuk dijadikan bahan pegangan.

Semoga yang dikehendaki orang tua kepada anaknya bisa terwujud kan dan sebagai anak bisa belajar dengan baik. Kita dirantaukan ke tempat orang lain bukan untuk sensasi akan tetapi menimba ilmu. Amiin...


Jikalau sobat ada kejadian lain selain di atas bisa sobat isi dikolom komentar dan juga opsi yang cocok diterapkan.
Terima kasih.

Salam penyadaran.
Salam Gotong Royong.
Salam NKRI.
Salam Bhinneka Tunggal Ika.
M E R D E K A !!!

Monday, November 5, 2018

SEMANGAT PERSATUAN

M E R D E K A ! ! !

Menanamkan jiwa Nasionalisme adalah sebagai bentuk rasa cinta tanah air, bangsa dan negara serta ikut andil dalam perdamaian. PANJANG UMUR PERJUANGAN !!!

Pada era pra kemerdekaan para pejuang dulu dihadapkan dengan berbagai permasalahan, yakni permasalahan utama adalah kolonialisme yang merajalela. Mari kita melihat analisis historis menurut dalam risalah Mantjapai Indonesia Merdeka, Soekarno mengatakan:
............Masyarakat Indonesia pada waktu itu adalah suatu masyarakat “in transformatie”, yakni suatu masyarakat yang sedang asyik “berganti bulu”. Dimana pertempuran antara feodalisme kuno dan feodalisme baru, yang pada lahir misalnya berupa pertempuran antara Demak dan Majapahit, atau Banten dan Pajajaran dan kerajaan lain (Hindu dan Islam).
Pertempuran itu seolah membikin badan masyarakat menjadi “demam” dan menjadi “kurang tenaga”. Suatu masyarakat Indonesia sakit yang kedatangan utusan-utusannya masyarakat yang gagah perkasa sehingga masyarakat yang sakit tersebut tidaklah lagi berkesempatan menjadi sembuh. Masyarakat yang sakit itu, malahan makin lama makin sakit……
Artinya, dari sini dapat dilihat bahwasanya tidak ada persatuan dan kesatuan diakibatkan pergantian bulu (pertempuran) dan demi kepentingan masing-masing kelompok.

Berbagai cara yang sudah dilakukan untuk melawan kaum penjajah tetapi Indonesia masih tetap tidak merdeka. Seiring dengan berjalannya waktu, musim berganti musim, tahun berganti tahun dan hari berganti hari para pemuda Indonesia pun sadar dan bangkit dengan semangat baru yaitu semangat Persatuan (pemersatu). Mengapa kita harus bersatu ?

Ada pepatah mengatakan: “satu batang lidi mudah dipatahkan tapi banyak batang lidi disatukan jadi satu akan sulit dipatahkan dan bahkan tidak bisa dipatahkan”. Artinya, jika kita hanya berjalan masing-masing (pecah), kita akan sangat mudah dilawan tapi apabila kita bersatu maka akan sulit dilawan dan bisa mendapatkan kemerdekaan seperti sekarang ini.

Pada pengikraran Hari Sumpah Pemuda adalah sebagai tonggak kemerdekaan. Semangat persatuan yang di ikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928 hasil Kongres Pemuda II. Pemuda saat itu tersadarkan bahwa pentingnya persatuan karena pada dasarnya sadar sama-sama dijajah dan memiliki nasib yang sama. Oleh karena itu, diikrarkan Sumpah Pemuda sebagai tonggak utama perjuangan dengan hasil SATU TANAH AIR, SATU BANGSA DAN SATU BAHASA.

Dengan semangat juang dan semangat persatuan akhirnya, kemerdekaan pun dapat diraih dari tangan penjajah meskipun di daerah lain masih ada bangsa kolonial namun setelah beberapa tahun bangsa penjajah pun secara keseluruhan diusir dari Indonesia.
Indonesia merdeka saat itu hanyalah suatu penghantaran bangsa kedepan pintu gerbang kemerdekaan. Negeri merdeka tapi rakyatnya belum tentu merdeka. Pada saat ini Indonesia disuguhkan dengan masalah yang hendak memecah belahkan bangsa terutama yang lebih rawan dengan issu agama dan yang mengatasnamakan agama. Agama tidak tahu apa-apa sehingga yang disalahkan agama padahal ada oknum yang membawakan agama untuk kepentingan kelompok dan masyarakat pun ikut-ikutan dalam misi dari oknum tersebut. Sehingga akan melahirkan provokasi (kontra) dan perpecahan antar umat beragama.
Penulis mengajak pembaca agar sama-sama kita menyadarkan sesama bangsa, tetap jaga keeratan persatuan bangsa. Sebaliknya, ketika kita pecah maka ada oknum yang mengambil keuntungan dan besarnya bangsa asing. Mari kita bersatu karena kekuatan terbesar adalah persatuan dan kesatuan (gotong royong) membangun bangsa dan Negara Indonesia.
Mengkritik pemerintah adalah bentuk gotong royong dan bentuk kontrol serta bentuk penyadaran terhadap pemerintah untuk kepentingan bersama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang Bhinneka Tunggal Ika. Indonesia merdeka tidak hanya didapatkan hanya satu golongan saja melainkan semua golongan yang ikut dalam memerdekakannya.

Bung Karno telah menggali PANCASILA di dalam diri bangsa Indonesia yang mana sudah tertanam  pada karakter bangsa sejak dulu. Karakter Bangsa Indonesia adalah terdapat pada EKA SILA yaitu GOTONG ROYONG.

Dari Sabang hingga Meraoke BERSATULAH !!!

BERGOTONG ROYONGLAH dengan semangat muda !!!
Karena semangat muda tidak hanya untuk orang yang berusia muda TAPI  juga untuk orang yang memiliki semangat berapi-api memperjuangkan bangsanya dengan tekad MERDEKA !!!

Oleh karena itu, mari kita warisi Apinya sejarah jangan warisi abunya sejarah.
Dengan apa kita isi KEMERDEKAAN ini ?

MERDEKALAH INDONESIA KU !!!

Saturday, October 27, 2018

90 Tahun Sumpah Pemuda



 
HARI SUMPAH PEMUDA
M E R D E K A !!!
            Doa kami, semoga para pemuda, para pejuang dan para pahlawan yang telah mendahului kita dapat tenang di sisi-Nya. Dan semoga pemuda generasi penerus bangsa ini dapat meneruskan perjuangan kalian. Amin

Pada tanggal 28 Oktober 1928 adalah momentum bersejarah Indonesia yang dikenal dengan hari lahir SUMPAH PEMUDA dan juga sebagai tonggak sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Hari Sumpah Pemuda tidak langsung di tetapkan pada hari itu saja akan tetapi ada tahapan-tahapannya yaitu dari Kongres Pemuda I sampai ke Kongres Pemuda II. Kongres Pemuda I dilaksanakan di Batavia (sekarang Jakarta) pada tanggal 30 April – 02 Mei 1926 yang digagas oleh PPPI (Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia) yang menjadi Ketua adalah Mohammad Tabrani dengan hasil yaitu Pertama, Kesepakatan bersama mengenai kegiatan pemuda pada Ekonomi, Sosial dan Budaya. Kedua, untuk mengadakan Kongres Pemuda II.
            Kongres Pemuda ke II pada tanggal 27-28 Oktober 1928, di Batavia (Jakarta) yang diketuai oleh Soegondo Djojopoestito dari PPPI. Rumusan Sumpah Pemuda ditulis oleh Moehammad Yamin pada secarik kertas dan dibacakan oleh Ketua Panitia Kongres Pemuda Soegondo. Adapun hasil Kongres Pemuda II (yang sekarang disebut SUMPAH PEMUDA) adalah sebagai berikut:

1.      KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA, MENGAKU BERTUMPAH DARAH YANG SATU, TANAH AIR INDONESIA.
2.      KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA, MENGAKU BERBANGSA YANG SATU, BANGSA INDONESIA.
3.      KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA, MENJUNJUNG BAHASA PERSATUAN, BAHASA INDONESIA

            Apa api sejarah yang kita warisi sekarang ?
            Api sejarah yang kita warisi sekarang adalah semangat persatuan, semangat perjuangan, semangat menimba ilmu setinggi-tingginya dan semangat mengabdi kepada masyarakat serta semangat Gotong Royong.
            Apa yang seharusnya pemuda lakukan sekarang untuk memaknai sumpah pemuda ?
            Pemuda sekarang harusnya tidaklah mewarisi abunya sejarah yang sudah tidak dapat diulangi. Sebaiknya marilah memaknainya dengan melakukan penyadaran terhadap diri sendiri dan pada orang lain. Penyadarannya dapat berupa tindakan yang positif dan produktif seperti diskusi pelajaran dalam hal memecahkan masalah, berprestasi, berolahraga, bekerja, menjaga kebersihan lingkungan, menjauhi narkoba dan kegiatan lainnya.
            Semakin berkembangnya zaman, semakin berkembang juga teknologi yang tidak bisa dihindari akan tetapi sebagai pemuda harus dapat memfilter (menyaring) semua itu. Para pemuda dulu dengan semangat persatuan dan gotong royong untuk memerdekakan Indonesia supaya anak cucunya dapat mengelola, mengolah dan menikmati kekayaan alam tetapi keadaan sekarang malahan bangsa asing yang menikmati dan hanya sekelompok orang, semua itu diakibatkan kran-kran asing dibuka. Melaratnya rakyat bukan karena kemalasannya akan tetapi dimelaratkan oleh sistem yaitu sistem Kapitalisme, Feodalisme, Impirealisme, Kolonialisme dan sistem lainnya yang menindas.
            Akhirnya, dengan momentum sumpah pemuda ini, marilah kita menghargai para perjuangan mereka yang menginginkan Persatuan bangsa kita. Hidup sesuai cerminan Pancasila untuk menuju Indonesia yang jaya. Jikalau Kongres Pemuda II bisa menyatukan semua pemuda dengan semangat mudanya, dan untuk mengatasi kemerosotan pemuda zaman sekarang apakah kita perlu membuat Kongres Pemuda III untuk menyatukan pemuda Indonesia seperti dulu lagi dengan semangatnya?

MARHAEN . . . MENANG !!!
GMNI . . . JAYA !!!
M E R D E K A !!!

Ig: catatanbkcgmnikotapky
Fb: Bung Sarinah Palangkaraya

Repost by: http://bkcgmnikotapky.blogspot.com


#90TahunSumpahPemuda
#100%IndonesiaMerdeka
#PemudaPenerusBangsa

TUGAS BUAT APA SIH ?

Lelahmu hari ini adalah bagian dari rintisan masa depanmu !!! Hari demi hari, waktu demi waktu dan matahari berganti bulan. Seiring...