Monday, October 22, 2018

Bersama Membangun


MARI BERSAMA MEMBANGUN

Salam hangat untuk kita semua.

M E R D E K A ! ! !

Asalamu’alaikum Wr..Wb.




Tabe salamat lingu nalatai
salam sujud karendem malempang
adil katalinu basuramin kasaruga
basengat kajubata. Harus !!!





Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa (TYME) atas berkat, rahmat dan karunianya kita diberi kesehatan dan keselamatan dunia dan akhirat kelak. Amiin.

Tulisan ini adalah tulisan perdana penulis dalam dunia yang serba canggih dan informasi serta referensi yang sangat mudah didapat. Selama ini penulis belum mampu memanfaatkan semua alat-alat yang ada untuk dijadikan sebuah ide atau gagasan yang akan dituangkan dalam bentuk tulisan. Namun, seperti banyak orang bilang bahwa “semua itu tidak ada kata-kata terlambat selagi kita mau berusaha dan memperbaikinya”. Oleh karena itu, tulisan ini dibuat disaat penyadaran itu tumbuh, akan lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali dan lebih baik lagi apabila tidak terlambat. Hehe

Penyadaran tersebut sangat terlambat penulis sadari bahwa begitu sangat indah bila berbagai seperti halnya tulisan yang sebentar lagi akan penulis bagi ke saudara-saudara ku semua. Tulisan ini hanyalah tulisan sederhana yang berdasarkan opini belaka. Semoga bermanfaat untuk kita semua.

 Mari Bersama Membangun !!!

Berbicara historis, Indonesia merdeka sudah berusia 73 tahun, tentunya apabila kita samakan dengan usia manusia, jika menginjak umur 73 tahun maka di bilang sudah tua dan secara fisik pun sudah kelihatan keriput akan tetapi banyak hal-hal kehidupan yang sudah dilalui dimana baik, buruk, pahit, asam, manis dan lain-lain sudah dirasakan. Begitupun Indonesia, dari sejak merdeka hingga sekarang Indonesia sudah banyak mengalami pasang surutnya dinamika yang kerap terjadi didalam sebuah negara dan itupun menjadi bahan evaluasi dari setiap pemimpin baik pada pembangunan maupun pengelolaan negara.

Jika sekarang masih berbicara dasar negara, waw orang tersebut masih merancang negara yang hendak merdeka. Sebenarnya hal ini sudah finish pada saat Indonesia merdeka, dimana Indonesia sudah ada PANCASILA sebagai dasar negara dan tidak perlu di perdebatkan lagi. Indonesia merdeka tetapi merdeka saat itu hanyalah menghantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang. Dalam isi pembukaan UUD 1945 Republik Indonesia alenia ke-2 yang berbunyi:

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, berdaulat, adil dan makmur.”

Yang menjadi pertanyaan adalah pada kalimat terakhir:

            Sudahkah merdeka ?

            Sudahkah berdaulat ?

            Sudahkah adil ?

            Sudahkah makmur ?

Mari kita sama-sama mencari tau apakah pertanyaan keempat tersebut sudah terjawab atau tidak. Sebagai pembanding berikut ini kita melihat gambarannya.

Indonesia merdeka apabila jika semua butir Pancasila terwujud dengan sungguh-sungguh (Sosialisme Indonesia). Merdeka adalah bebas dari segala belenggu, aturan, kekuasaan dari pihak manapun. Dari keempat pertanyaan di atas Indonesia merdeka, berdaulat, adil dan makmur yang menjadi tolak ukur adalah Tri Sakti Bung Karno yaitu:

         1.         Berdaulat Di Bidang Politik

         2.         Berdikari Di Bidang Ekonomi

         3.         Berkepribadian Dalam Budaya.

Pad perubahan-perubahan itu semua tidak lepas dari tanggungjawab pemimpinnya dan kemana negara ini dibawa serta tidak lepas pada kontrol dari masyarakat. Dari perubahan era kemerdekaan sampai era pasca reformasi dimana Negara Hukum dan Demokrasi. Hukum ditegakkan seadil-adilnya (tajam kebawah dan juga tajam ke atas) dan kekuasaan tertinggi suatu negara adalah di tangan rakyat.

Setiap masa ada pemimpinnya dan setiap pemimpin ada masanya, “Likulli marhalatin mutaqallabatuha, wa likulli marhalatin rijaluha.” (setiap masa ada tuntutannya, setiap masa ada konsekuensinya dan setiap masa ada pelaku sejarahnya). www.dakwatuna.com

Jadi, selama 73 tahun Indonesia merdeka dan membangun Indonesia. Jelas dong sudah sekian lama merdeka pasti perubahan pembangunan akan lebih baik. Hmmm

Dari awal merdeka terus berlangsung transisi kepemimpinan sampai sekarang tentunya ada gambaran dan evaluasi yang harus di perbaiki di masa yang akan datang oleh pemimpin-pemimpin yang baru. Mulailah berkaca dari permasalahan-permasalahan pada saat dulu hingga saat ini dan yang masih belum lengkap cobalah untuk di lengkapi.

Logikanya, semakin kita perbaiki maka semakin baik. Semakin kita melakukan pembangunan maka pembangunan selanjutnya akan sedikit-demi sedikit terselesaikan hanya saja melengkapai yang masih kurang. Artinya, perubahan tersebut akan lebih baik bukan malahan lebih buruk. Seperti hal kita lihat Negara Singapura di kategorikan sebagai Negara maju padahal jika berbicara history bahwasanya Singapura memisahkan diri dari Malaysia pada tahun 1965 dan dengan usia yang muda Singapura bisa menjadi negara maju.

            Apa yang salah di Indonesia ? apakah pemimpinnya ? apakah anggotanya ? atau faktor lain ?.

Entahlah !!!

Mari kita benahi bersama. demi negeri kita tercinta.

Pesan Bung Karno “ingatlah...ingatlah...ingat pesanku lagi: Jika engkau mencari pemimpin, carilah yang dibenci, ditakuti atau dicacimaki asing, karena itu yang benar. Pemimpin tersebut akan membelamu diatas kepentingan asing itu. Dan janganlah kamu memilih pemimpin yang dipuji-puji asing, karena ia akan memperdayaimu.”

Melihat pesan Bung Karno diatas, jadi teringat saat ini panas-panasnya permainan perpolitikan di Indonesia yang sebentar lagi pemilihan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden. Dari masing-masing pendukung atau tim sukses pemenangan yang kerap terjadi menggoreng issu-issu sosial dan menjadi perbincangan di kalangan masyarakat baik itu berita HOAX maupun berita yang sebenarnya tapi sengaja di salah-salahkan untuk kepentingan kelompok.

Penulis lebih sepakat tim pemenangan/tim sukses membangun issu politik, issu bersama terkait kinerja pemerintah baik dan buruknya dan mengkorek-korek kesalahan pemerintah karena menurut penulis disitu terbangun emosional pasangan calon yang hendak naik dimana diantara pasangan calon saling memanas yang kontrol, merasa iri ketika kinerja pemerintah baik dan memiliki rasa untuk bersaing dalam pembangunan. Sehingga, memiliki tujuan yang baik ketika mencalon dan terpilih nanti, yang terpenting adalah rasa emosional untuk menyaingi pembangunan yang lebih baik dari sebelumnya.

Penulis tidak sepakat apabila dalam berkampanye dengan membawa issu sara atau berbau sara karena hal itulah yang akan memecah belah bangsa, baik dari segi agama, ras, suku dan lain-lain. Sehingga perpecahan itulah yang di inginkan oleh kelompok-kelompok orang tertentu dan negara asing agar bisa mengambil kekayaan alam dengan bebas dan pada akhirnya bangsa Indonesia di jajah kembali.

BANGUN NEGARA INDONESIA BERDASARKAN PANCASILA DAN AMANAT UUD 1945.

INDONESIA MERDEKA TIDAK HANYA PADA DI AKUI SAJA TETAPI JUGA RAKYATNYA PUN JUGA MERDEKA SEHINGGA TERWUJUDNYA SOSIALISME INDONESIA.



M E R D E K A ! ! !

1 comment:

TUGAS BUAT APA SIH ?

Lelahmu hari ini adalah bagian dari rintisan masa depanmu !!! Hari demi hari, waktu demi waktu dan matahari berganti bulan. Seiring...