MARI BERSAMA MEMBANGUN
Salam hangat untuk kita semua.
M E R D E K A ! ! !
Asalamu’alaikum Wr..Wb.
Tabe salamat lingu nalatai
salam sujud karendem
malempang
adil katalinu basuramin
kasaruga
basengat kajubata. Harus
!!!
Puji syukur kehadirat Tuhan
Yang Maha Esa (TYME) atas berkat, rahmat dan karunianya kita diberi kesehatan
dan keselamatan dunia dan akhirat kelak. Amiin.
Tulisan ini adalah tulisan perdana penulis dalam dunia yang
serba canggih dan informasi serta referensi yang sangat mudah didapat. Selama
ini penulis belum mampu memanfaatkan semua alat-alat yang ada untuk dijadikan
sebuah ide atau gagasan yang akan dituangkan dalam bentuk tulisan. Namun,
seperti banyak orang bilang bahwa “semua itu tidak ada kata-kata terlambat
selagi kita mau berusaha dan memperbaikinya”. Oleh karena itu, tulisan ini
dibuat disaat penyadaran itu tumbuh, akan lebih baik terlambat dari pada tidak
sama sekali dan lebih baik lagi apabila tidak terlambat. Hehe
Penyadaran tersebut sangat terlambat penulis sadari bahwa begitu
sangat indah bila berbagai seperti halnya tulisan yang sebentar lagi akan
penulis bagi ke saudara-saudara ku semua. Tulisan ini hanyalah tulisan
sederhana yang berdasarkan opini belaka. Semoga bermanfaat untuk kita semua.
Mari Bersama
Membangun !!!
Berbicara historis, Indonesia merdeka sudah berusia 73
tahun, tentunya apabila kita samakan dengan usia manusia, jika menginjak umur
73 tahun maka di bilang sudah tua dan secara fisik pun sudah kelihatan keriput
akan tetapi banyak hal-hal kehidupan yang sudah dilalui dimana baik, buruk,
pahit, asam, manis dan lain-lain sudah dirasakan. Begitupun Indonesia, dari
sejak merdeka hingga sekarang Indonesia sudah banyak mengalami pasang surutnya
dinamika yang kerap terjadi didalam sebuah negara dan itupun menjadi bahan evaluasi
dari setiap pemimpin baik pada pembangunan maupun pengelolaan negara.
Jika sekarang masih berbicara dasar negara, waw orang
tersebut masih merancang negara yang hendak merdeka. Sebenarnya hal ini sudah finish pada saat Indonesia merdeka,
dimana Indonesia sudah ada PANCASILA
sebagai dasar negara dan tidak perlu di perdebatkan lagi. Indonesia merdeka
tetapi merdeka saat itu hanyalah menghantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu
gerbang. Dalam isi pembukaan UUD 1945 Republik Indonesia alenia ke-2 yang
berbunyi:
“Dan
perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang
berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu
gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, berdaulat, adil dan
makmur.”
Yang menjadi pertanyaan adalah pada kalimat terakhir:
Sudahkah
merdeka ?
Sudahkah
berdaulat ?
Sudahkah
adil ?
Sudahkah
makmur ?
Mari kita sama-sama mencari
tau apakah pertanyaan keempat tersebut sudah terjawab atau tidak. Sebagai
pembanding berikut ini kita melihat gambarannya.
Indonesia merdeka apabila jika
semua butir Pancasila terwujud dengan sungguh-sungguh (Sosialisme Indonesia).
Merdeka adalah bebas dari segala belenggu, aturan, kekuasaan dari pihak
manapun. Dari keempat pertanyaan di atas Indonesia merdeka, berdaulat, adil dan
makmur yang menjadi tolak ukur adalah Tri Sakti Bung Karno yaitu:
1.
Berdaulat
Di Bidang Politik
2.
Berdikari
Di Bidang Ekonomi
3.
Berkepribadian
Dalam Budaya.
Pad perubahan-perubahan itu semua tidak lepas dari
tanggungjawab pemimpinnya dan kemana negara ini dibawa serta tidak lepas pada
kontrol dari masyarakat. Dari perubahan era kemerdekaan sampai era pasca reformasi
dimana Negara Hukum dan Demokrasi. Hukum ditegakkan seadil-adilnya (tajam
kebawah dan juga tajam ke atas) dan kekuasaan tertinggi suatu negara adalah di
tangan rakyat.
Setiap masa ada pemimpinnya dan setiap pemimpin ada masanya,
“Likulli marhalatin mutaqallabatuha, wa
likulli marhalatin rijaluha.” (setiap masa ada tuntutannya, setiap masa ada
konsekuensinya dan setiap masa ada pelaku sejarahnya). www.dakwatuna.com
Jadi, selama 73 tahun
Indonesia merdeka dan membangun Indonesia. Jelas dong sudah sekian lama merdeka
pasti perubahan pembangunan akan lebih baik. Hmmm
Dari awal merdeka terus berlangsung transisi kepemimpinan
sampai sekarang tentunya ada gambaran dan evaluasi yang harus di perbaiki di
masa yang akan datang oleh pemimpin-pemimpin yang baru. Mulailah berkaca dari
permasalahan-permasalahan pada saat dulu hingga saat ini dan yang masih belum
lengkap cobalah untuk di lengkapi.
Logikanya, semakin kita perbaiki maka semakin baik. Semakin
kita melakukan pembangunan maka pembangunan selanjutnya akan sedikit-demi
sedikit terselesaikan hanya saja melengkapai yang masih kurang. Artinya,
perubahan tersebut akan lebih baik bukan malahan lebih buruk. Seperti hal kita
lihat Negara Singapura di kategorikan sebagai Negara maju padahal jika
berbicara history bahwasanya Singapura memisahkan diri dari Malaysia pada tahun
1965 dan dengan usia yang muda Singapura bisa menjadi negara maju.
Apa yang
salah di Indonesia ? apakah pemimpinnya ? apakah anggotanya ? atau faktor lain
?.
Entahlah !!!
Mari kita benahi bersama. demi negeri kita tercinta.
Pesan Bung Karno “ingatlah...ingatlah...ingat
pesanku lagi: Jika engkau mencari pemimpin, carilah yang dibenci, ditakuti atau
dicacimaki asing, karena itu yang benar. Pemimpin tersebut akan membelamu
diatas kepentingan asing itu. Dan janganlah kamu memilih pemimpin yang
dipuji-puji asing, karena ia akan memperdayaimu.”
Melihat pesan Bung Karno diatas, jadi teringat saat ini
panas-panasnya permainan perpolitikan di Indonesia yang sebentar lagi pemilihan
Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden. Dari masing-masing pendukung atau tim
sukses pemenangan yang kerap terjadi menggoreng issu-issu sosial dan menjadi
perbincangan di kalangan masyarakat baik itu berita HOAX maupun berita yang
sebenarnya tapi sengaja di salah-salahkan untuk kepentingan kelompok.
Penulis lebih sepakat tim pemenangan/tim sukses membangun
issu politik, issu bersama terkait kinerja pemerintah baik dan buruknya dan
mengkorek-korek kesalahan pemerintah karena menurut penulis disitu terbangun
emosional pasangan calon yang hendak naik dimana diantara pasangan calon saling
memanas yang kontrol, merasa iri ketika kinerja pemerintah baik dan memiliki
rasa untuk bersaing dalam pembangunan. Sehingga, memiliki tujuan yang baik
ketika mencalon dan terpilih nanti, yang terpenting adalah rasa emosional untuk
menyaingi pembangunan yang lebih baik dari sebelumnya.
Penulis tidak sepakat apabila dalam berkampanye dengan
membawa issu sara atau berbau sara karena hal itulah yang akan memecah belah
bangsa, baik dari segi agama, ras, suku dan lain-lain. Sehingga perpecahan
itulah yang di inginkan oleh kelompok-kelompok orang tertentu dan negara asing
agar bisa mengambil kekayaan alam dengan bebas dan pada akhirnya bangsa
Indonesia di jajah kembali.
BANGUN NEGARA INDONESIA BERDASARKAN PANCASILA DAN AMANAT UUD
1945.
INDONESIA MERDEKA TIDAK HANYA PADA DI AKUI SAJA TETAPI JUGA
RAKYATNYA PUN JUGA MERDEKA SEHINGGA TERWUJUDNYA SOSIALISME INDONESIA.
M E R
D E K A ! ! !

Merdeka kan!!
ReplyDelete